Dalam dunia konstruksi modern, pemilihan material bahan bangunan yang berkualitas tinggi adalah langkah krusial untuk menjamin keamanan struktur. Besi Beton KSTY Ulir SNI 280 dengan spesifikasi Besi Beton Ulir 16 KSTY SNI TS 280 (19 KG) hadir sebagai solusi andal bagi berbagai proyek di Indonesia. Besi beton ini diproduksi melalui uji kualitas ketat, memastikan tegangan leleh 280 MPa yang sangat kuat dalam menahan beban tarik pada struktur beton bertulang.

Keunggulan utama dari besi beton ulir 16 KSTY terletak pada profil siripnya yang presisi. Hal ini memberikan daya cengkeram (bonding strength) maksimal terhadap coran beton. Dengan berat standar 19 kg, produk ini mematuhi toleransi berat Standar Nasional Indonesia (SNI), menjamin Anda mendapatkan material full-size. Material baja ini juga memiliki daktilitas yang baik, sehingga mampu meredam energi gempa secara efektif. Pastikan keamanan gedung bertingkat atau fondasi rumah Anda dengan material terpercaya.

Segera penuhi segala kebutuhan material konstruksi Anda sekarang juga dan dapatkan penawaran harga terbaik dengan mengunjungi toko resmi kami di: https://depomaterial.com/store

FAQ (Tanya Jawab)

1. Apa yang dimaksud dengan SNI 280 pada Besi Beton KSTY?

SNI 280 (atau BjTS 280) menunjukkan bahwa besi beton tulangan sirip (ulir) tersebut memiliki kuat leleh minimum sebesar 280 MPa, yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia untuk penggunaan struktural yang aman.

2. Mengapa spesifikasi berat 19 KG sangat penting untuk ukuran 16mm?

Berat 19 kg pada besi beton ukuran 16mm menandakan bahwa produk tersebut merupakan besi 'full' sesuai dengan standar tabel berat SNI. Hal ini menjamin kekuatan maksimal dan membuktikan bahwa besi tersebut tidak dikurangi dimensinya (bukan besi banci).

3. Apakah besi beton KSTY ulir cocok untuk wilayah rawan gempa?

Ya, besi beton KSTY dengan profil ulir yang presisi memberikan lekatan yang sangat kuat dengan beton, serta memiliki kelenturan (daktilitas) yang baik, sehingga sangat direkomendasikan untuk menahan gaya geser dan tarik akibat gempa bumi.